COMING SOON:
Video Diary:
CUMA WC | Wendy, Delia, Ati, Natalia | 6 mins
Banyak kamera yang terpasang di penjuru sekolah kami. Ada satu tempat yang luput yaitu WC!
KEYAKINANKU ADALAH AKU | Febriani Sari, Daniel | 7 mins
Keyakinan beragamaku yang terkekang oleh tradisi yang dipegang oleh kedua orang tuaku
SATU DETIK YANG ABADI | Monika, Marcelina | 7 mins | Jakarta
Apa yang terjadi jika aku yang belum pernah memiliki Hp berkamera mendapatkan pinjaman dan menggunakan Hp berkamera ini dalam 24 jam?
BONGSENG | Yuwono, Patric, Andri, Armando | 4.50 mins
Di dalam lapas, kami berkomunikasi tanpa suara.
ANAK NEGARA vs ANAK PIDANA | Ridwan, Rustam, Jefri, Junaedi, Sibarani | 7.35 mins
Inilah bedanya Anak Negara dengan Anak Pidana.
PERPUSTAKAANKU YANG PERMAI | | 9.50 mins
Perpustakaan sekolahku selalu sepi. Kenapa ya?
JAM KOSONG...?! CAPEK DECH... | Sunarni, Irma, Ririn,Rita | 07:05
Siswa yang bersemangat datang kesekolah, harus kecewa dengan adanya jam kosong.
Ada apa sebenarnya?
BEHIND THE SCENE “KAMI BICARA†| Tim “Kami Bicara†| 10 mins
Temuan-temuan selama proses workshop di sekolah.
Gue Gak Mau Salah Jalan (2006), 70 menit. Sutradara: Yudhistira Purwanto. Dibintangi oleh Ario Astungkoro, Lucky Muhammad, Andre Octa Budiman, Rudini Septiana, Muhammad Syahrial, Daymas Arangga.
Sekelompok
remaja SMU yang akan menghadapi ujian akhir untuk menentukan masa
depan. Bukan hanya masa depan mereka yang harus ditentukan, tapi juga
hidup sehari-hari yang keras di mana mereka harus berhadapan dengan
sahabat, bimbingan belajar dan orang tua…
Peristiwa | Perubahan
Student Movement (2002), 43 menit. Sutradara: Tino Saroenggalo. (Dokumenter, DVD, B. Indonesia)
Rekaman
tentang gerakan mahasiswa pada masa perubahan politik menuju pergantian
rezim pemerintahan Indonesia pada tahun 1998. Film ini mengajukan
pendapat yang menarik tentang mengapa aksi mahasiswa kadang-kadang
disertai tindak kekerasan.
Nyanyian Negeri Sejuta Matahari (2006), 63 menit. Sutradara: Edwin. (Dokumenter, DVD, B. Indonesia)
Dokumenter tentang anak-anak di kamp pengungsian di Banda Aceh dan Meulaboh yang terilhami untuk membuat video diary setelah menonton “Untuk Rena†karya Riri Riza. Suatu dokumenter yang dengan hangat menangkap kehidupan di Aceh setelah peristiwa tsunami akhir tahun
2004.
Videogramme einer Revolution (1992), 120 menit. Sutradara: Harun Farocki & Andrei Ujica. (Dokumenter, DVD, B. Rumania/Jerman dengan subtitel B. Inggris)
Rekonstruksi
elektronik dari “tele-revolusi†Rumania tahun 1989, berdasarkan
perubahan dalam sudut pandang kamera. Farocki, seorang pembuat film
dokumenter, dan Ujica, filsuf media, bertahan ketat pada urutan
kronologis peristiwa yang terjadi. Mereka mulai dari hari Ceausescu
mengucapkan pidato terakhirnya sampai akhir malam di mana, pertama
kalinya di televisi, versi pendek dari pengadilan Ceausescu disiarkan.
Film ini mengungkap hubungan antara kamera dan sejarah dalam versi
“fiksionalisasi†dari suatu revolusi fiktif.
Sepak Bola
Fimpen, der Knirps (1973), 89 menit. Sutradara: Bo Widerberg.
Mackan,
seorang bintang sepak bola Swedia yang baru pulang sebagai pahlawan
Swedia karena membawa timnya menang atas Jerman, suatu hari dikalahkan
oleh seorang anak berumur 6 tahun di lapangan sepak bola tempat main
anak-anak. Mimpi buruk untuk seorang bintang sekaligus awal karir yang
gemilang bagi si anak berusia 6 tahun itu. Sebuah film mengenai seorang
anak yang berbakat, tapi harus kehilangan masa kecilnya.
Depth of Field (2004), 88 menit. Sutradara: Gil Mehnert.
Menjelang
ajalnya, Hans Günter Korte mengenang cinta yang memabukkan sekaligus
rumit. Cintanya ternyata bukan pada Marion, fotografer muda yang ia
temui, melainkan pada seorang bintang sepakbola yang tak biasa.
The Miracle of Bern (2004), 118 menit. Sutradara: Söhnke Wortmann.
Pada
4 Juli 1954 kesebelasan nasional Jerman masuk final piala dunia dan
menang melawan Hongaria di final Piala Dunia di Swiss. Kemenangan ini
buat banyak orang Jerman merupakan kelahiran kembali satu bangsa.
Kekalahan dalam perang dunia kedua seperti tergantikan oleh kemenangan
ini.
Body of Work: Ami Prijono (1939 – 2001)
Cintaku di Kampus Biru (1976), 109 menit. Pemain: Roy Marten, Enny Haryono, Rae Sita, Yatie Octavia, Farouk Afero, El Manik.
Anton
(Roy Marten) adalah mahasiswa cerdas, aktivis dan merasa diri penakluk
wanita. Ia tidak saja berusaha merebut hati teman-teman sesama
mahasiswa, ia juga berusaha melunakkan hati seorang dosen perempuan
yang galak.
Salah satu film terlaris pada tahun 1976 di Jakarta.
Jakarta Jakarta *
(1977), 115 menit. Pemain : Ricca Rachim, Rae Sita, El Manik, Deddy
Sutomo, Marsito Sitorus, Rudy Salam, Doddy Sukma, Nugraha, Johan
Mardjono.
Sebuah niat untuk melukiskan kehidupan Jakarta, yang penuh kontras dan keras.Tumbur Silitonga (El Manik) datang ke Jakarta dengan penuh harapan, termasuk percintaan antara Tumbur dan Rini (Ricca Rachim).
Pemenang Piala Citra FFI 1978 untuk Film, Sutradara,
Skenario, Pemeran Pembantu Pria dan Artistik.
Roro Mendut * (1982) - 109 menit. Pemain : Meriam Bellina, Mathias Muchus, WD Mochtar, Sunarti Rendra, Sofia WD, Clara Sinta, Pedro
Sudjono, Abdi Wiyono, Kies Slamet, Mirna Coleman, Gito, Gati, Marwoto, Waluyo, Kadariyah, Bagong Kussudiardjo.
Roro
Mendut adalah seorang wanita muda yang cantik di Kadipaten Pati. Dia
telah menolak untuk dijadikan selir oleh Tumenggung Wiroguno. Roro
mencintai Pronocitro, Wiroguno pun menghalangi hubungan mereka demi
menegakkan citra keagungan dan kekuasaan Mataram.
Pemenang Piala Citra FFI 1983 untuk Artistik. Unggulan FFI 1983 untuk Film, Sutradara, Pemeran Utama Pria, Fotografi dan Musik.
Yang * (1983)
– 107 menit. Pemain : Zoraya Perucha, Rano Karno, Nani Widjaja,
Zainal Abidin, Pitrajaya Burnama, Ita Agusta, A Nugraha, Ida Leman,
Afrizal Anoda.
Yogi
yang tidak memiliki kepercayaan diri karena dikekang oleh ibunya.
Perjodohan yang tidak diketahuinya membuatnya ngambek dan tidak bisa
menjawab ujiannya sehingga tidak lulus. Keisengannya pergi ke klab
malam mempertemukannya dengan seorang hostes bernama Sita. Yogi
langsung jatuh cinta kepadanya.
Unggulan
FFI 1984 untuk Sutradara, Pemeran Utama Pria, Pemeran Utama Wanita,
Pemeran Pembantu Wanita, Editing, Fotografi, Film. Pemenang Piala
Suryosumanto FFI 1984 untuk pendatang baru Soraya Perucha.
Body of Work: Kenji Mizoguchi (1898 – 1956)
Ugetsu Monogatari (1953), 94 menit. Dibintangi oleh Masayuki Mori, Machiko Kyo, Kinuyo Tanaka, Eitaro Ozawa, Ikio Sawamura.
Pada
abad ke-16, di tengah perang saudara, dua petani ambisius mencoba
mengeruk keuntungan besar. Film ini merupakan kombinasi dua novel
misterius karya Akinari Ueda (1734-1809) yang dirangkai secara bebas.
Mengisahkan ambisi manusi untuk hidup makmur dengan memancing di air
keruh dan akhirnya masuk ke dalam sebuah dunia yang misterius.
Pemenang San Marco Silver Lion Prize pada Festival Film Internasional Venice 1953 (Pada tahun 1953 tidak ada peraih penghargaan Golden Lion).
Tales of the Taira Clan (Shin Heike Monogatari) (1955), 108 menit. Dibintangi oleh Narutoshi Hayashi, Raizo Ichikawa, Tatsuyo Ishiguro, Michiyo Kigure, Akitake Kono.
Komandan pasukan khusus Kapten Tadamori kembali ke Kyoto
setelah kemenangannya yang gemilang menumpas perompak di laut Barat
Jepang. Ia tidak diakui sebagai pahlawan. Film ini adalah pernyataan
penting Mizoguchi tentang runtuhnya kekuasaan kaum elit konservatif dan
struktur penindasan dalam suatu masyarakat.
Program ini bisa diselenggarakan karena kerjasama kineforum dengan Rexinema, kampung halaman, Forum Filmmaker Pelajar Bandung, In-Docs, Jakarta Media Syndication, Goethe-Institut Jakarta, Sinematek Indonesia dan The Japan Foundation Jakarta.